Sebagai tolok ukur untuk baja cetakan kerja dingin berkadar karbon dan kromium tinggi, keunggulan utama baja D2 terletak pada rasio tepat kandungan kromium 12% dan karbon 1,5% untuk membentuk sejumlah besar karbida keras. Baja ini mempertahankan kekerasan ultra-tinggi 60-62 HRC sekaligus memiliki ketahanan aus yang lebih baik daripada baja perkakas biasa (5-8 kali lipat dari baja biasa). Setelah perlakuan panas yang tepat, baja D2 dapat secara signifikan meningkatkan kinerja anti retaknya, terutama cocok untuk skenario keausan berkekuatan tinggi seperti cetakan penekan presisi dan alat potong geser. Baja D2, yang dikenal sebagai "baja semi tahan karat", juga membentuk lapisan pasif pada permukaannya untuk menunda korosi, menjadikannya pilihan klasik untuk menyeimbangkan kinerja dan biaya di bidang industri.